BOLA VOLI

Nama :
APIP SETIAWAN
NIM :
2124120250
Kelas :
Karyawan 1 B
Prodi :
PJKR
A. Latar Belakang
Permainan bola voli di Indonesia sudah ada
sejak tahun 1982 yaitu sewaktu pada jaman penjajahan Belanda. Guru-guru
pendidikan jasmani didatangkan dari negeri Belanda untuk mengembangkan olahraga
umumnya dan bola voli khususnya. Disamping guru-guru pendidikan jasmani,
tentara Belanda banyak andilnya dalam pengembangan bola voli di Indonesia,
terutama dengan bermain di asrama-asrama, di lapangan terbuka dan mengadakan
pertandingan antar kompeni-kompeni Belanda sendiri.
Permainan bola voli di Indonesia sangat pesat
di seluruh lapisan masyarakat, sehingga timbul klub-klub di kota besar di
seluruh Indonesia. Dengan dasar itulah maka pada tanggal 22 januari 1955 PBVSI
(Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) didirikan di Jakarta bersamaan dengan
kejuaraan nasional yang pertama.
B. Rumusan Masalah
1.
Mengenal Permainan Bola Voli
2.
Bagaimana Melakukan Macam-macam Smash Dalam
Permainan Bola Voli?
3.
Bagaimana Tahapan-tahapan Smash pada
Permaianan Bola Voli?
4.
Bagaimana Melakukan Block / Blokir Dalam Permainan Bola Voli?
5.
Bagaimana Macam-macam Block?
C. Pembahasan
1. Latar Belakang Permainan Bola Voli
Permainan bola voli diciptakan pada tahun
1895 oleh Willam Morgan di kota Hokyoke, Massachusset, Amerika Serikat. Nama
semula permainan bola voli adalah mintonette,
cara memainkan bola hampir sama dengan permainan badminton. Berkat usaha Morgan
bola voli berkembang pesat di Amerika, sejalan dengan perkembangannya oleh Dr.
A. T. Halsted Springfield diubah namanya menjadi volleyball yang berarti
memvoli bola tanpa memantul lantai, melintasi jarring secara bergantian. Tahun
1900 permainan bola voli sudah dikenal di India yang dibawa oleh seorang ahli
pendidikan Jasmine dari YMCA yang bernama De Gray. Permainan bola voli masuk di
Indonesia pada tahun 1928 pada jaman penjajahan belanda melalui guru-guru
Belnda yang mengajar di sekolah-sekolah lanjutan. Sejak PON II di Jakarta tahun
1951 sampai sekarang bola voli termasuk cabang olahraga yang resmi
dipertandingkan.
Dengan perkembangan bola voli yang begitu
pesat menantang para guru dan ahli untuk menciptakan metode-metode latihan baru
dengan kombinasi teknik yang lebih efektif. Sekarang ini permainan bola voli
tidak hanya dimiliki oleh Negara-negara maju, perkembangannya merata bahkan di
Indonesia sudah sampai ke pelosok desa.
Untuk dapat menghasilkan tim-tim yang tangguh
setiap harus mampu memanfaatkan potensi tim, yang meliputi potensi dalam group
dan potensi yang dimiliki oleh masing-masing pemain. Ada beberapa faktor yang
mempengaruhi pencapaian prestasi maksimal dalam cabang olahraga.
Faktor-faktor tersebut dapat diklasifikasikan
menjadi 4 aspek yaitu :
a. Apek bilologis terdiri atas potensi atau
kemampuan dasar tubuh, fungsi organ tubuh, postur tubuh, struktur tubuh dan
gizi.
b. Aspek psikologis terdiri atas intelektual
atau kecerdasan, motivasi, kepribadian, koordinasi kerja otot dan saraf.
c.
Aspek lingkungan.
d.
Aspek penunjang.
Dengan demikian dapat diartikan bahwa untuk
mencapai prestasi yang maksimal diperlukan faktor-faktor yang saling menunjang.
Dalam permainan bola voli terdapat teknik-teknik dasar yaitu, servis, pass
bawah, pass atas, smash dan block.
2. Smash Pada Bola Voli
Dari sekian banyak teknik dasar yang ada, smash merupakan teknik yang selalu
digunakan untuk menyerang dan menghasilkan angka serta meraih kemenangan.
Karena permainan bola voli merupakan permainan cepat makan teknik menyerang
lebih dominan dibandingkan dengan teknik bertahan.
Beberapa faktor lain yang mempengaruhi dalam
permainan bola voli adalah aspek biologis yang terdiri atas potensi atau
kemampuan dasar tubuh, fungsi organ tubuh, postur tubuh dan struktur tubuh
serta gizi, dan aspek psikologis,, intelektual atau kecerdasan, motivasi,
kepribadian, serta koordinasi kerja otot dan saraf. Sedangkan faktor pendukung smash yaitu pemberian bola kepada
smasher yang bersangkutan serta blok. Blok merupakan benteng pertahanan yang
utama untuk menangkis serangan lawan. Pada posisi empat dan dua serangan pada
umumnya dilakukan dengan bola-bola tinggi, efektif menghasilkan angka. Umpan bola
tingi membentuk daerah sasaran lebih luas sehingga memudahkan smasher untuk
menempatkan bola ke daerah sasaran yang diinginkan.
Sedangkan pada posisi tiga serangan yang
dilakukan dengan bola-bola sedang dan pendek lebih efektif mengahasilkan angka
karena pola serangan menjadi lebih cepat dan mempersulit lawan untuk melakukan
antisipasi dataghnya bola. Smash dapat
dilakukan dari semua posisi, posisi empat, tiga, dan dua, posisi ini yang
sering dipergunakan untuk menyerang. Dari ketiga posisi tersebut seorang
pelatih/guru harus memperhatikan tingkat kesulitan dan posisi yang paling
efektif untuk menghasilan angka sehingga mampu menyusun tim berdasarkan
tipe-tipe pemain secara tepat. Tipe-tipe pemain dalam permainan bola voli
antara lain tipe pemain penyerang, tipe pemain bertahan, tipe pemain pengumpan,
tipe pemain biasa.
Beberapa faktor yang menentukan keberhasilan
seseorang dalam melakukan smash
adalah timing/ketepatan, meliputi :
Ø Ketepatan
saat melakukan awalan
Ø Ketepatan
saat meloncat
Ø Ketepataan
saat memukul bola.
Ketepatan dalam mengantisipasi terhadap datangnya bola,
sangat berpengaruh terhadap tahapan dalam melakukan smash, sehingga semua
tahapan dalam melakukan smash dapat dilakukan dengan tepat. Hal ini hanya dapat
dilakukan oleh orang yang mampu melakukan gerakan antisipasi dengan
sumber/obyek gerakan, lepas dari sumber gerak itu sendiri (gerakan terbuka). Gerakan
terbuka merupakan gerakan yag terjadi dipengaruhi oleh obyek yang terdapat atau
berasal dari luar tubuh, di luar pengendalian diri. Gerakan ini memerlukan
ketepatan koordinasi antara otot, saraf dan indra.
Persepsi kinestetik merupakan kemampuan menggerakan
bagian-bagian tubuh atau keseluruhan tubuh dalam melakukan gerak otot yang
mengacu pada indera yang ada pada otot. Pernyataan ini dapat diartikan bahwa
kemampuan koordinasi sangat dipengaruhi dengan tingkat kepekaan dalam
menggunakan indera-indera yang terdapat dalam otot. Koordinasi merupakan
kemampuan untuk mengontrol gerakan tubuh, seseorang dikatakan mempunyai
koordinasi baik bila mampu bergerak dengan mudah, dan lancar dalam rangkaian
gerakan, iramanya terkontrol dengan baik serta mampu melakukan gerakan yang
efisien.
Smash merupakan
serangkaian gerakan terbuka yang meliputi saat awalan, saat melompat, saat
memukul bola dan saat mendarat. Keberhasilan smash sangat dipengaruhi oleh kemampuan koordinasi dan tingkat
kepekaan menggunakan indera.
3. Tahapan Smash
Pada Bola Voli
Smash adalah tindakan
memukul bola ke bawah dengan kekuatan besar, biasanya meloncat ke atas, masuk
ke bagian lapangan berlawanan. Hal itu dapat dilihat dari kerasnya bola yang
dihasilkan bahwa teknik smash
datangnya bola lebih keras dan lebih menyulitkan bagi penerima bola.
Ada beberapa macam smash
menurut macam um,pannya :
Ø Smash normal
Ø Smash semi
Ø Smash push
Ø Smash pull
Ø Smash pull jalan
Ø Smash pull straight
Ø Smash cekis
Ø Smash langsung
Ø Smash
Pada Bola Voli
Dan tahapan-tahapan untuk melakukan smash adalah :
Ø Tahap
pertama : Run up (lari menghampiri)
Ø Tahap
kedua : Take off (lepas landas)
Ø Tahap
ketiga : Hit (memukul saat melayang di udara)
Ø Tahap
keempat : Landing (mendarat)
Dari tahapan-tahapan tersebut dapat diartikan
bahwa dalam melakukan smash terdapat
beberapa tahap yaitu, awalan, saat melompat, saat memukul bola dan saat
mendarat. Uraian lebih jelas tahap-tahap tersebut ada di bawah ini :
a.
Tahap Awalan
Awalan tergantung dari lintasan bola umpan,
kira-kira 2,5 sampai 4 meter dari jatuhnya bola. Langkah terakhir paling
menentukan pada waktu mulai meloncat sehingga smasher harus memperhatikan
baik-baik posisi kaki yang akan meloncat dan berada di tanah lebih dahulu, kaki
lain menyusul di sebelahnya.
Arah yang diambil harus diatur sedemikian
rupa sehingga atlet akan berada di belakang bola pada saat akan meloncat. Tubuh
saat itu berada pada posisi menghadap net. Kedua lengan yang menjulur kedepan
diayunkan ke belakang dank e atas sesudah langkah pertama, kemudian diayunkan
ke depan sehingga pada saat meloncat kedua lengan itu tergantung ke bawah di
depan tubuh atlet.
b.
Tahap Meloncat
Untuk pemukul bola dengan tangan kanan, langkahkan
kaki kiri kedepan dengan langkah biasa kemudian diikuti kaki kanan yang
panjang, diikuti dengan segera oleh kaki kiri yang diletakkan samping kaki
kanan (untuk pemukul tangan kiri sebaliknya). Langkah pada waktu meloncat harus
berlangsung dengan lancar tanpa terputus-putus. Pada waktu meloncat kedua lengan
yang menjulur digerakkan ke atastuubuh diteruskan kaki yang digunakan untuk
meloncat yang memberikan kekuatan pada saat meloncat. Lengan yang dipakai untuk
memukul serta sisi badan diputar sedikit sehingga menjauhi bola, punggung agak
membungkuk dan lengan yang lain tetap dipertahankan setinggi kepala yang
berguna untuk mengatur keseimbangan secara keseluruhan.
c.
Tahap Saat Memukul Bola
Dalam gerakan memukul disesuaikan dengan
jenis smash yang ada. Gerakan memukul
hasilnya akan lebih baik apabila menggunakan lecutan tangan, lengan, dan
membungkukkan badan. Setelah smasher
berada di udara dan lenan sudah terangkat ke atas dilanjutkan gerakan memukul
bola dan hasilnya pukulannya akan lebih sempurna apabila smasher menggunakan lecutan tangan, lengan dan membungkukkan badan
merupakan kesatuan gerak yang harmonis. (Suharno, 1982:34)
d.
Tahap Mendarat
Cara mendarat dalam setiap smash sama yaitu pada saat tubuh bagian
atas membungkuk ke depan, kaki diarahkan ke depan untuk memperthankan
keseimbangan. Atlet mendarat pada kedua kakinya dengan sedikit ditekuk.
4. Block/blokir dalam Permainan Bola Voli
Tehnik dasar yang lain yang terdapat dalam
permainan bola voli adalah blok. Tehnik ini digunakan untuk menahan serangan
yang dilakukan oleh tim lawan. Pertahanan dalam teknik blok dapat berupa
menahan serangan lawan agar bola yang di-spike
oleh pemain dari tim lawan tidak mampu menyeberangi net dan tetap berada di
area lawan. Atau pertahanan yang berupa memperlambat gerakan bola yang telah
di-spike oleh pemain dari tim lawan,
sehingga gerakannya menjadi lebih lambat dan lebih mudah untuk dikendalikan. Sebagai
salah satu teknik pertahanan yang sangat dibutuhkan dalam permainan bola voli,
maka sebaiknya setiap pemain harus mampu menguasai tehnik ini dengan baik.
Untuk melakukan tehnik blok pemain berdiri
dengan menggunakan kedua kaki dalam posisi yang sejajar, pada saat yang sama
kedua tangan diletakkan di depan dada dengan posisi telapak tangan menghadap ke
arah net dan dengan jari-jari terbuka (dikembangkan) selebar mungkin. Untuk melakukan
lompatan yang maksimal, lutut ditekuk lebih dalam dengan posisi badan agak
condong ke arah depan. Setelah itu, lakukan lompatan dengan menggunakan
kekuatan kedua kaki, pada saat melakukan lompatan kedua tangan diayunkan lurus kea
rah atas secara bersamaan. Agar pertahanan blok dapat dilakukan secara meluas,
maka jari-jari tangan sebainya dibuka ketika melakukan blok. Posisi jari-jari
yang terbuka ini akan semakin mempersempit jalur penyeberangan bola melewati
net, sehingga akan memaksimalkan fungsi blok. Ketika spiker dari tim lawan memukul bola, maka blocker yang sudah dalam posisi melayang di udara segera
menghadapkan kedua tangannya kea rah bola tersebut dan berusaha untuk menguasai
bola. Sewaktu tangan melakukan kontak dengan bola, pergelangan tangan menekan
dari arah atas ke depan bawah, pada saat yang sama jari-jari kedua tangan
sebaiknya ditegangkan agar dapat menahan tekanan bola dengan kuat. Blok yang
baik adalah blok yang ketika bola belum dipukul, tangan blocker sudah dalam posisi mengurung bola. Setelah melakukan kontak
dengan bola, maka blocker-pun
mendarat kembali ke lantai dengan menggunakan kedua kaki dan dengan lutut yang
lentur. Untuk melakukan blok yang baik, blocker
juga harus mampu memprediksi kea rah mana kira-kira spiker tim lawan akan mengarahkan bola.
5. Macam-macam Block Dsalam Permainan Bola Voli
a.
Block
Bola Open
Blocker
bergerak mendekati lawan yang akan melakukan spike, posisi tangan berada didepan dada. Blocker melompat setelah spiker
lawan melakukan lompatan, sebelum melompat posisi badan direndahkan dengan
menekuk lutut sehingga membentuk sudut ±100º, kemudian blocker melompat setinggi mungkin dengan arah lompatan vertikal.
b.
Block
Bola Semi
Blocker
bergerak mendekati lawan yang akan melakukan spike, posisi kedua tangan dinaikkan berada di atas depan kepala. Locker tetap melompat setelah spiker lawan melakukan lompatan, sebelum
melompya posisi badan direndahkan dengan menekuk liti sehingga membentuk sudut ±110º,
kemudian blocker melompat setinggi
mungkin dengan arah lompatan vertikal.
c.
Block
bola Quick
Blocker
bergerak mendekati lawan yang akan melakukan spike, posisi kedua tangan diluruskan. Blocker melompat bersamaan dengan spiker lawan, sebelum melompay posisi badan direndahkan dengan
menekuk lutut tidak terlalu dalam (±135º), kemudian blocker melompat setinggi mungkin dengan arah lompatan vertikal.
Yang perlu mendapat perhatian dari seorang blocker adalah :
Ø Perhatikan
gaya passing receiver lawan, kemana
bola itu diarahkan
Ø Perhatikan
terus jalannya bola dan perhatikan pula gaya pengumpan lawan terutama mata dan
gerakannya, jangan bergerak sebelum bola itu lepas dari tangan pengumpan
Ø Lihat
body language spiker lawan, kearah
mana spiker itu bergerak
Ø Posisi
tangan atau jari waktu bergerak tidak boleh berada dibawah pinggang agar gerak
tangan cepat mencapai titik block
Ø Side step (blok 2 langkah) dilakukan untuk blok jarak dekat
Ø Cross step (blok 3 langkah)
digunakan untuk blok jarak yang cukup jauh
Ø Blocker harus dilatih
dengan melompat beberapa kali disatu tempat, agar mempunyai reaksi yang baik,
bergerak secara cepat dan pandai membaca gerak.
D. Kesimpulan
Dalam permainan bola voli terdapat
tehnik-tehnik dasar yaitu, servis, pass bawah, pass atas, smash dan block. Penguasaan
teknik dasar permainan bola voli merupakan salah satu unsure yang ikut
menentukan menang kalahnya suatu pertandingan. Dari sekian banyaknya teknik
dasar yang ada, smash dan block merupakan tehnik yang selalu
digunakan untuk menyerang dan bertahan guna menghasilkan angka serta meraih
kemenangan.
Karena permainan bola voli merupakan
permainan cepat maka teknik menyerang lebih dominan dibandingkan dengan teknik
bertahan. Smash adalah tindakan
memukul bola ke bawah dengan kekuatan besar, biasanya meloncat keatas dan masuk
ke bagian lapangan berlawanan, hal itu dapat dilihat dari ekrasnya bola yang
dihasilkan bahwa tehnik smash lebih
menyulitkan bagi penerima bola. Semua sikap memukul bola ke daerah lawan
kecuali servis dan blok adalah
merupakan pukulan serangan.
Ada tiga metode penyerangan yang semuanya
menjadi efektif yaitu melakukan tip : spike
pelan dan smash keras. Tehnik smash digunakan sebagai senjata untuk
menyerang dan mengumpulkan angka dalam permaianan bola voliu. Mengingat pentingnya
hal tersebut maka pelaksanaan tehnik smash
dalam pertandingan harus efektif. Dalam melakukan smash terdapat beberapa tahap yaitu awalan, saat melompat, saat
memukul bola dan saat mendarat.
Dengan daya upaya di dekat jarring untuk
mencoba menahan/menghalangi bola yang datang dari daerah lawan. Sikap memblok
yang benar adalah :
Ø Jongkok,
bersiap untuk melompat
Ø Lompat
dengan kedua tangan rapat dan lurus keatas
Ø Saat
mendarat hendaknya langsung menyingkir dan member kesempatan pada kawan satu
regu untuk bergantian melakukan block.
Blok ada dua macam, blok tunggal dan blok
ganda. Blok tunggal adalah membendung bola yang dilakukan oleh satu orang
pemain sedangkan blok ganda adalah blok yang dilakukan oleh dua orang pemain
atau lebih. Hal yang harus diperhatikan dalam melakukan blok ganda antara lain
adalah memadukan langkah kaki dan kerjasama antar blocker dalam menentukan waktu lompatan dan arah pergerakan badan.
E. SARAN
1.
Diharapkan untuk melakukan smash dalam permainan bola voli
mengethaui dasar-dasar smash dan
macam-macam smash
2.
Yang perlu mendapat perhatian dari seorang blocker adalah :
Ø Perhatikan
gaya passing receiver lawan, kemana
arah bola itu diarahkan
Ø Perhatikan
terus jalannya bola dan perhatikan pula gaya pengumpan lawan terutama mata dan
gerakannya, jangan bergerak sebelum bola lepas dari tangan pengumpan.
DAFTAR PUSTAKA
Suharno. (1982). Teknik Dasar Permainan Bola Voli. Jakarta. Pressindo
Ahmadi, Nuril. (2007). Panduan Olahraga Bola Voli. Surakarta. Era Pustaka
Faruq, Muhyi. (2008). Meningkatkan Kebugaran Jasmani Melalui Bola Voli. Jakarta. Grasindo





Tidak ada komentar:
Posting Komentar