Senin, 24 Juni 2013

TUGAS UAS TIK

BOLA VOLI




Nama          : APIP SETIAWAN
NIM            : 2124120250
Kelas           : Karyawan 1 B
Prodi            : PJKR










A.    Latar Belakang

Permainan bola voli di Indonesia sudah ada sejak tahun 1982 yaitu sewaktu pada jaman penjajahan Belanda. Guru-guru pendidikan jasmani didatangkan dari negeri Belanda untuk mengembangkan olahraga umumnya dan bola voli khususnya. Disamping guru-guru pendidikan jasmani, tentara Belanda banyak andilnya dalam pengembangan bola voli di Indonesia, terutama dengan bermain di asrama-asrama, di lapangan terbuka dan mengadakan pertandingan antar kompeni-kompeni Belanda sendiri.
Permainan bola voli di Indonesia sangat pesat di seluruh lapisan masyarakat, sehingga timbul klub-klub di kota besar di seluruh Indonesia. Dengan dasar itulah maka pada tanggal 22 januari 1955 PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) didirikan di Jakarta bersamaan dengan kejuaraan nasional yang pertama.

B.     Rumusan Masalah
1.      Mengenal Permainan Bola Voli
2.      Bagaimana Melakukan Macam-macam Smash Dalam Permainan Bola Voli?
3.      Bagaimana Tahapan-tahapan Smash pada Permaianan Bola Voli?
4.      Bagaimana Melakukan Block / Blokir Dalam Permainan Bola Voli?
5.      Bagaimana Macam-macam Block?


C.    Pembahasan
1.      Latar Belakang Permainan Bola Voli

Permainan bola voli diciptakan pada tahun 1895 oleh Willam Morgan di kota Hokyoke, Massachusset, Amerika Serikat. Nama semula permainan bola voli adalah mintonette, cara memainkan bola hampir sama dengan permainan badminton. Berkat usaha Morgan bola voli berkembang pesat di Amerika, sejalan dengan perkembangannya oleh Dr. A. T. Halsted Springfield diubah namanya menjadi volleyball yang berarti memvoli bola tanpa memantul lantai, melintasi jarring secara bergantian. Tahun 1900 permainan bola voli sudah dikenal di India yang dibawa oleh seorang ahli pendidikan Jasmine dari YMCA yang bernama De Gray. Permainan bola voli masuk di Indonesia pada tahun 1928 pada jaman penjajahan belanda melalui guru-guru Belnda yang mengajar di sekolah-sekolah lanjutan. Sejak PON II di Jakarta tahun 1951 sampai sekarang bola voli termasuk cabang olahraga yang resmi dipertandingkan.
Dengan perkembangan bola voli yang begitu pesat menantang para guru dan ahli untuk menciptakan metode-metode latihan baru dengan kombinasi teknik yang lebih efektif. Sekarang ini permainan bola voli tidak hanya dimiliki oleh Negara-negara maju, perkembangannya merata bahkan di Indonesia sudah sampai ke pelosok desa.
Untuk dapat menghasilkan tim-tim yang tangguh setiap harus mampu memanfaatkan potensi tim, yang meliputi potensi dalam group dan potensi yang dimiliki oleh masing-masing pemain. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pencapaian prestasi maksimal dalam cabang olahraga.

Faktor-faktor tersebut dapat diklasifikasikan menjadi 4 aspek yaitu :
a.   Apek bilologis terdiri atas potensi atau kemampuan dasar tubuh, fungsi organ tubuh, postur tubuh, struktur tubuh dan gizi.
b.     Aspek psikologis terdiri atas intelektual atau kecerdasan, motivasi, kepribadian, koordinasi kerja otot dan saraf.
c.       Aspek lingkungan.
d.      Aspek penunjang.
Dengan demikian dapat diartikan bahwa untuk mencapai prestasi yang maksimal diperlukan faktor-faktor yang saling menunjang. Dalam permainan bola voli terdapat teknik-teknik dasar yaitu, servis, pass bawah, pass atas, smash dan block.

2.      Smash Pada Bola Voli


Dari sekian banyak teknik dasar yang ada, smash merupakan teknik yang selalu digunakan untuk menyerang dan menghasilkan angka serta meraih kemenangan. Karena permainan bola voli merupakan permainan cepat makan teknik menyerang lebih dominan dibandingkan dengan teknik bertahan.
Beberapa faktor lain yang mempengaruhi dalam permainan bola voli adalah aspek biologis yang terdiri atas potensi atau kemampuan dasar tubuh, fungsi organ tubuh, postur tubuh dan struktur tubuh serta gizi, dan aspek psikologis,, intelektual atau kecerdasan, motivasi, kepribadian, serta koordinasi kerja otot dan saraf. Sedangkan faktor pendukung smash yaitu pemberian bola kepada smasher yang bersangkutan serta blok. Blok merupakan benteng pertahanan yang utama untuk menangkis serangan lawan. Pada posisi empat dan dua serangan pada umumnya dilakukan dengan bola-bola tinggi, efektif menghasilkan angka. Umpan bola tingi membentuk daerah sasaran lebih luas sehingga memudahkan smasher untuk menempatkan bola ke daerah sasaran yang diinginkan.
Sedangkan pada posisi tiga serangan yang dilakukan dengan bola-bola sedang dan pendek lebih efektif mengahasilkan angka karena pola serangan menjadi lebih cepat dan mempersulit lawan untuk melakukan antisipasi dataghnya bola. Smash dapat dilakukan dari semua posisi, posisi empat, tiga, dan dua, posisi ini yang sering dipergunakan untuk menyerang. Dari ketiga posisi tersebut seorang pelatih/guru harus memperhatikan tingkat kesulitan dan posisi yang paling efektif untuk menghasilan angka sehingga mampu menyusun tim berdasarkan tipe-tipe pemain secara tepat. Tipe-tipe pemain dalam permainan bola voli antara lain tipe pemain penyerang, tipe pemain bertahan, tipe pemain pengumpan, tipe pemain biasa.
Beberapa faktor yang menentukan keberhasilan seseorang dalam melakukan smash adalah timing/ketepatan, meliputi :
Ø  Ketepatan saat melakukan awalan
Ø  Ketepatan saat meloncat
Ø  Ketepataan saat memukul bola.
Ketepatan dalam mengantisipasi terhadap datangnya bola, sangat berpengaruh terhadap tahapan dalam melakukan smash, sehingga semua tahapan dalam melakukan smash dapat dilakukan dengan tepat. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh orang yang mampu melakukan gerakan antisipasi dengan sumber/obyek gerakan, lepas dari sumber gerak itu sendiri (gerakan terbuka). Gerakan terbuka merupakan gerakan yag terjadi dipengaruhi oleh obyek yang terdapat atau berasal dari luar tubuh, di luar pengendalian diri. Gerakan ini memerlukan ketepatan koordinasi antara otot, saraf dan indra.

Persepsi kinestetik merupakan kemampuan menggerakan bagian-bagian tubuh atau keseluruhan tubuh dalam melakukan gerak otot yang mengacu pada indera yang ada pada otot. Pernyataan ini dapat diartikan bahwa kemampuan koordinasi sangat dipengaruhi dengan tingkat kepekaan dalam menggunakan indera-indera yang terdapat dalam otot. Koordinasi merupakan kemampuan untuk mengontrol gerakan tubuh, seseorang dikatakan mempunyai koordinasi baik bila mampu bergerak dengan mudah, dan lancar dalam rangkaian gerakan, iramanya terkontrol dengan baik serta mampu melakukan gerakan yang efisien.
Smash merupakan serangkaian gerakan terbuka yang meliputi saat awalan, saat melompat, saat memukul bola dan saat mendarat. Keberhasilan smash sangat dipengaruhi oleh kemampuan koordinasi dan tingkat kepekaan menggunakan indera.

3.      Tahapan Smash Pada Bola Voli
Smash adalah tindakan memukul bola ke bawah dengan kekuatan besar, biasanya meloncat ke atas, masuk ke bagian lapangan berlawanan. Hal itu dapat dilihat dari kerasnya bola yang dihasilkan bahwa teknik smash datangnya bola lebih keras dan lebih menyulitkan bagi penerima bola.
Ada beberapa macam smash menurut macam um,pannya :
Ø  Smash normal
Ø  Smash semi
Ø  Smash push
Ø  Smash pull
Ø  Smash pull jalan
Ø  Smash pull straight
Ø  Smash cekis
Ø  Smash langsung
Ø  Smash Pada Bola Voli

Dan tahapan-tahapan untuk melakukan smash adalah :
Ø  Tahap pertama      : Run up (lari menghampiri)
Ø  Tahap kedua         : Take off  (lepas landas)
Ø  Tahap ketiga         : Hit (memukul saat melayang di udara)
Ø  Tahap keempat     : Landing (mendarat)

Dari tahapan-tahapan tersebut dapat diartikan bahwa dalam melakukan smash terdapat beberapa tahap yaitu, awalan, saat melompat, saat memukul bola dan saat mendarat. Uraian lebih jelas tahap-tahap tersebut ada di bawah ini :
a.       Tahap Awalan
Awalan tergantung dari lintasan bola umpan, kira-kira 2,5 sampai 4 meter dari jatuhnya bola. Langkah terakhir paling menentukan pada waktu mulai meloncat sehingga  smasher harus memperhatikan baik-baik posisi kaki yang akan meloncat dan berada di tanah lebih dahulu, kaki lain menyusul di sebelahnya.
Arah yang diambil harus diatur sedemikian rupa sehingga atlet akan berada di belakang bola pada saat akan meloncat. Tubuh saat itu berada pada posisi menghadap net. Kedua lengan yang menjulur kedepan diayunkan ke belakang dank e atas sesudah langkah pertama, kemudian diayunkan ke depan sehingga pada saat meloncat kedua lengan itu tergantung ke bawah di depan tubuh atlet.
b.      Tahap Meloncat
Untuk pemukul bola dengan tangan kanan, langkahkan kaki kiri kedepan dengan langkah biasa kemudian diikuti kaki kanan yang panjang, diikuti dengan segera oleh kaki kiri yang diletakkan samping kaki kanan (untuk pemukul tangan kiri sebaliknya). Langkah pada waktu meloncat harus berlangsung dengan lancar tanpa terputus-putus. Pada waktu meloncat kedua lengan yang menjulur digerakkan ke atastuubuh diteruskan kaki yang digunakan untuk meloncat yang memberikan kekuatan pada saat meloncat. Lengan yang dipakai untuk memukul serta sisi badan diputar sedikit sehingga menjauhi bola, punggung agak membungkuk dan lengan yang lain tetap dipertahankan setinggi kepala yang berguna untuk mengatur keseimbangan secara keseluruhan.
c.       Tahap Saat Memukul Bola
Dalam gerakan memukul disesuaikan dengan jenis smash yang ada. Gerakan memukul hasilnya akan lebih baik apabila menggunakan lecutan tangan, lengan, dan membungkukkan badan. Setelah smasher berada di udara dan lenan sudah terangkat ke atas dilanjutkan gerakan memukul bola dan hasilnya pukulannya akan lebih sempurna apabila smasher menggunakan lecutan tangan, lengan dan membungkukkan badan merupakan kesatuan gerak yang harmonis. (Suharno, 1982:34)
d.      Tahap Mendarat
Cara mendarat dalam setiap smash sama yaitu pada saat tubuh bagian atas membungkuk ke depan, kaki diarahkan ke depan untuk memperthankan keseimbangan. Atlet mendarat pada kedua kakinya dengan sedikit ditekuk.

4.      Block/blokir dalam Permainan Bola Voli



Tehnik dasar yang lain yang terdapat dalam permainan bola voli adalah blok. Tehnik ini digunakan untuk menahan serangan yang dilakukan oleh tim lawan. Pertahanan dalam teknik blok dapat berupa menahan serangan lawan agar bola yang di-spike oleh pemain dari tim lawan tidak mampu menyeberangi net dan tetap berada di area lawan. Atau pertahanan yang berupa memperlambat gerakan bola yang telah di-spike oleh pemain dari tim lawan, sehingga gerakannya menjadi lebih lambat dan lebih mudah untuk dikendalikan. Sebagai salah satu teknik pertahanan yang sangat dibutuhkan dalam permainan bola voli, maka sebaiknya setiap pemain harus mampu menguasai tehnik ini dengan baik.
Untuk melakukan tehnik blok pemain berdiri dengan menggunakan kedua kaki dalam posisi yang sejajar, pada saat yang sama kedua tangan diletakkan di depan dada dengan posisi telapak tangan menghadap ke arah net dan dengan jari-jari terbuka (dikembangkan) selebar mungkin. Untuk melakukan lompatan yang maksimal, lutut ditekuk lebih dalam dengan posisi badan agak condong ke arah depan. Setelah itu, lakukan lompatan dengan menggunakan kekuatan kedua kaki, pada saat melakukan lompatan kedua tangan diayunkan lurus kea rah atas secara bersamaan. Agar pertahanan blok dapat dilakukan secara meluas, maka jari-jari tangan sebainya dibuka ketika melakukan blok. Posisi jari-jari yang terbuka ini akan semakin mempersempit jalur penyeberangan bola melewati net, sehingga akan memaksimalkan fungsi blok. Ketika spiker dari tim lawan memukul bola, maka blocker yang sudah dalam posisi melayang di udara segera menghadapkan kedua tangannya kea rah bola tersebut dan berusaha untuk menguasai bola. Sewaktu tangan melakukan kontak dengan bola, pergelangan tangan menekan dari arah atas ke depan bawah, pada saat yang sama jari-jari kedua tangan sebaiknya ditegangkan agar dapat menahan tekanan bola dengan kuat. Blok yang baik adalah blok yang ketika bola belum dipukul, tangan blocker sudah dalam posisi mengurung bola. Setelah melakukan kontak dengan bola, maka blocker-pun mendarat kembali ke lantai dengan menggunakan kedua kaki dan dengan lutut yang lentur. Untuk melakukan blok yang baik, blocker juga harus mampu memprediksi kea rah mana kira-kira spiker tim lawan akan mengarahkan bola.

5.      Macam-macam Block Dsalam Permainan Bola Voli
a.       Block Bola Open
Blocker bergerak mendekati lawan yang akan melakukan spike, posisi tangan berada didepan dada. Blocker melompat setelah spiker lawan melakukan lompatan, sebelum melompat posisi badan direndahkan dengan menekuk lutut sehingga membentuk sudut ±100º, kemudian blocker melompat setinggi mungkin dengan arah lompatan vertikal.
b.      Block Bola Semi
Blocker bergerak mendekati lawan yang akan melakukan spike, posisi kedua tangan dinaikkan berada di atas depan kepala. Locker tetap melompat setelah spiker lawan melakukan lompatan, sebelum melompya posisi badan direndahkan dengan menekuk liti sehingga membentuk sudut ±110º, kemudian blocker melompat setinggi mungkin dengan arah lompatan vertikal.
c.       Block bola Quick
Blocker bergerak mendekati lawan yang akan melakukan spike, posisi kedua tangan diluruskan. Blocker melompat bersamaan dengan spiker lawan, sebelum melompay posisi badan direndahkan dengan menekuk lutut tidak terlalu dalam (±135º), kemudian blocker melompat setinggi mungkin dengan arah lompatan vertikal.

Yang perlu mendapat perhatian dari seorang blocker adalah :
Ø  Perhatikan gaya passing receiver lawan, kemana bola itu diarahkan
Ø  Perhatikan terus jalannya bola dan perhatikan pula gaya pengumpan lawan terutama mata dan gerakannya, jangan bergerak sebelum bola itu lepas dari tangan pengumpan
Ø  Lihat body language spiker lawan, kearah mana spiker itu bergerak
Ø  Posisi tangan atau jari waktu bergerak tidak boleh berada dibawah pinggang agar gerak tangan cepat mencapai titik block
Ø  Side step (blok 2 langkah) dilakukan untuk blok jarak dekat
Ø  Cross step (blok 3 langkah) digunakan untuk blok jarak yang cukup jauh
Ø  Blocker harus dilatih dengan melompat beberapa kali disatu tempat, agar mempunyai reaksi yang baik, bergerak secara cepat dan pandai membaca gerak.

D.    Kesimpulan
Dalam permainan bola voli terdapat tehnik-tehnik dasar yaitu, servis, pass bawah, pass atas, smash dan block. Penguasaan teknik dasar permainan bola voli merupakan salah satu unsure yang ikut menentukan menang kalahnya suatu pertandingan. Dari sekian banyaknya teknik dasar yang ada, smash dan block merupakan tehnik yang selalu digunakan untuk menyerang dan bertahan guna menghasilkan angka serta meraih kemenangan.
Karena permainan bola voli merupakan permainan cepat maka teknik menyerang lebih dominan dibandingkan dengan teknik bertahan. Smash adalah tindakan memukul bola ke bawah dengan kekuatan besar, biasanya meloncat keatas dan masuk ke bagian lapangan berlawanan, hal itu dapat dilihat dari ekrasnya bola yang dihasilkan bahwa tehnik smash lebih menyulitkan bagi penerima bola. Semua sikap memukul bola ke daerah lawan kecuali servis dan blok adalah merupakan pukulan serangan.
Ada tiga metode penyerangan yang semuanya menjadi efektif yaitu melakukan tip : spike pelan dan smash keras. Tehnik smash digunakan sebagai senjata untuk menyerang dan mengumpulkan angka dalam permaianan bola voliu. Mengingat pentingnya hal tersebut maka pelaksanaan tehnik smash dalam pertandingan harus efektif. Dalam melakukan smash terdapat beberapa tahap yaitu awalan, saat melompat, saat memukul bola dan saat mendarat.
Dengan daya upaya di dekat jarring untuk mencoba menahan/menghalangi bola yang datang dari daerah lawan. Sikap memblok yang benar adalah :
Ø  Jongkok, bersiap untuk melompat
Ø  Lompat dengan kedua tangan rapat dan lurus keatas
Ø  Saat mendarat hendaknya langsung menyingkir dan member kesempatan pada kawan satu regu untuk bergantian melakukan block.
Blok ada dua macam, blok tunggal dan blok ganda. Blok tunggal adalah membendung bola yang dilakukan oleh satu orang pemain sedangkan blok ganda adalah blok yang dilakukan oleh dua orang pemain atau lebih. Hal yang harus diperhatikan dalam melakukan blok ganda antara lain adalah memadukan langkah kaki dan kerjasama antar blocker dalam menentukan waktu lompatan dan arah pergerakan badan.

E.     SARAN
1.      Diharapkan untuk melakukan smash dalam permainan bola voli mengethaui dasar-dasar smash dan macam-macam smash
2.      Yang perlu mendapat perhatian dari seorang blocker adalah :
Ø  Perhatikan gaya passing receiver lawan, kemana arah bola itu diarahkan
Ø  Perhatikan terus jalannya bola dan perhatikan pula gaya pengumpan lawan terutama mata dan gerakannya, jangan bergerak sebelum bola lepas dari tangan pengumpan.










DAFTAR PUSTAKA

Suharno. (1982). Teknik Dasar Permainan Bola Voli. Jakarta. Pressindo
Ahmadi, Nuril. (2007). Panduan Olahraga Bola Voli. Surakarta. Era Pustaka

Faruq, Muhyi. (2008). Meningkatkan Kebugaran Jasmani Melalui Bola Voli. Jakarta. Grasindo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar